MASALAH INFLASI INDONESIA TERHADAP KENAIKAN HARGA BBM

Standar

Nama : Mariatul Qibtiah
Kelas : 1EB19
NPM : 24210216
MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA

LATAR BELAKANG

Bahan bakar minyak atau yang lebih kita kenal dengan nama “BBM” merupakan suatu komoditas yang sangat berperan penting dalam kegiatan perekonomian.

Sebagaimana yang kita ketahui, saat ini bangsa kita sedang mengalami masalah naiknya harga bahan bakar minyak. Ini dikarenakan permintaan masyarakat akan BBM yang membubung tinggi sementara penyediaan barang mengalami kekurangan yang membuat harga barang tersebut menjadi naik dan timbulnya inflasi. Kenaikan harga BBM memperberat beban hidup masyarakat terutama mereka yang berada di kalangan bawah dan juga para pengusaha, karena kenaikan bbm menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan itu akan mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi banyak perusahaan sehingga akan menurunkan tingkat penjualan yang pada akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan.

Naiknya harga BBM di indonesia diawali oleh naiknya harga minyak dunia. yang membuat pemerintah tidak dapat menjual BBM kepada masayarakat dengan harga yang sama dengan harga sebelumnya, karena hal itu dapat menyebabkan pengeluaran APBN untuk subsidi minyak menjadi lebih tinggi. Maka pemerintah mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM.

Dan untuk mengimbangi masalah melonjaknya harga BBM setiap tahunnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi BBM. Kebijakan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) bertujuan mengatasi kelebihan beban APBN. Sebab jika tidak, APBN dipastikan akan mengalami penurunan yang berdampak langsung pada mandeknya pembangunan nasional.

Setelah sekian lama kebijakan subsidi BBM dijalankan , timbul berbagai kontravensi untuk segera menghentikan kebijakan subsidi bbm, karena setelah di lihat-lihat ternyata kebijakan subsidi ini tidak berjalan efektif dan jauh dari tujuan semula. Karena selama ini pemerintah terus memberi subsidi untuk BBM yang dikeluarkan dari APBN. Subsidi bbm yang melambung tinggi dan terus menekan APBN menyebabkan perekonomian indonesia semakin parah.

BAB II

MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan utama yang ingin dibahas dalam makalah ini adalah :

1. Apa yang menyebabkan harga BBM naik? dan akibatnya bagi masyarakat? Bagaimana perbandingan harga bbm setiap tahunnya?

2. Bagaimana keberadaan subsidi BBM? Berapa anggaran subsidi BBM yang di sediakan pemerintah? Apakah kebijakan subsidi BBM tersebut berjalan efektif?

BAB III

LANDASAN TEORI

 Hukum Penawaran Barang

o Apabila harga barang naik, maka jumlah barang yang di tawarkan akan naik pula.

o Sebaliknya, apabila harga barang turun maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan turun.

 Hukum Permintaan barang

o Apabila harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan turun

o Sebaliknya, apabila harga barang turun, maka jumlah barang yang diminta akan naik.

 Teori Keynes

o permintaan masyarakat terhadap barang-barang selalu melebihi jumlah barang-barang yang tersedia dan menimbulkan celah inflasi atau inflationary gap. Permintaan yang meningkat menyebabkan harga barang naik dan terjadi inflasi

BAB IV

PEMBAHASAN MASALAH

Dalam bab ini, saya akan mencoba membahas mengenai masalah kenaikan harga BBM, yang menimbul kan beberapa permasalahan seperti : Apa yang menyebabkan harga BBM naik dan apa akibatnya bagi masyarakat? Bagaimana perbandingan harga bbm setiap tahunnya? apa peranan subsidi BBM & Berapa anggaran subsidi BBM yang di sediakan pemerintah? Apakah kebijakan subsidi BBM tersebut berjalan efektif?

Sebenarnya dulu indonesia dikenal sebagai negara penghasil minyak dunia namun sekarang indonesia justru menjadi negara pengimpor minyak, ini karena setiap tahunnya produksi minyak di indonesia semakin berkurang. sedangkan permintaan terus bertambah. Ini yang menyebabkan Indonesia harus mengimpor minyak. Selama ini pemerintah terus memberi subsidi untuk BBM yang dikeluarkan dari APBN, sehingga kita dapat membeli BBM lebih murah. Tetapi dengan kenyataan yang ada sekarang bahwa harga minyak dunia telah naik jadi pemerintah tidak dapat menjual BBM kepada masayarakat dengan harga yang sama dengan sebelumnya, karena hal itu dapat menyebabkan pengeluaran APBN untuk subsidi minyak lebih tinggi, Oleh karena itu pemerintah mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM.

faktor utama yang mempengaruhi naiknya harga minyak dunia yaitu :

1. Invasi Amerika Serikat ke Irak, invasi ini menyebabkan ladang minyak Irak tidak dapat berproduksi secara optimal sehingga supply minyak mengalami penurunan.

2. Badai Katrina dan Badai Rita yang melanda Amerika Serikat dan merusak kegiatan produksi minyak di Teluk Meksiko

3. Ketidakmampuan OPEC untuk menstabilkan harga minyak dunia. Juga perbandingan harga bensin seluruh dunia.

4. Permintaan atau konsumsi minyak dunia lebih banyak dari pada produksinya.

5. Negara produsen minyak mengurangi kuota produksinya karena berbagai alasan.

6. cadangan minyaknya menipis atau tidak punya nilai ekonomis lagi, sementara pencarian sumber-sumber minyak baru lebih sedikit.

7. Spekulan minyak menjadikan harga minyak dunia naik karena minyaknya yang diperdagangkan bebas.

Sebab-sebab diatas memaksa pemerintah mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM. Yang dampaknya secara langsung dirasakan oleh masyarakat indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Akibat dari kenaikan harga BBM antara lain adalah :

1. Inflasi meningkat ( ditandai dengan kenaikan harga harga kebutuhan pokok )

2. Ongkos angkutan umum yang dapat naik

3. Banyak uang menganggur

4. Biaya hidup makin berat

5. Kebutuhan pokok seperti sembako, obat-obatan, biaya rawat rumah sakit naik

6. Banyak yang putus asa

7. Keamanan menurun

8. Penerimaan pajak turun

9. APBN tertekan

10. Subsidi meningkat

11. naiknya angka kemiskinan, pengganguran dan kriminalitas

12. pertumbuhan ekonomi melamban dan menurunkan daya saing

13. kepanikan dan keresahan masyarakat karena bingung bagaimana cara untuk menutupi kebutuhannya karena harga barang-barang mahal

Berdasarkan hasil rangkuman saya dari beberapa sumber, terdapat perbandingan harga BBM yang significant di setiap tahunnya.

PERUBAHAN HARGA BBM 2009 – 2010

No

Komoditi

Harga lama (Rp/liter)

Harga baru (Rp/liter)

1

Bensin Premium

4500

6000

2

Solar

4300

5500

3

Minyak tanah

2000

2500

Dari sini kita dapat melihat bahwa perbandingan harga BBM di Indonesia pada tahun 2009 hingga tahun 2010 mengalami kenaikan harga yang cukup significant. Bahkan setiap komoditi mengalami kenaikan harga sebesar 20%.

Menurut analisa BPS, dengan asumsi pendapatan masyarakat tetap (tidak meningkat), diperkirakan apabila kenaikan harga (inflasi) sekitar 10% akan menaikkan penduduk miskin sekitar 30%. Dengan kata lain besarnya pertambahan penduduk miskin tergantung seberapa besar dampak kenaikan BBM terhadap laju inflasi.

Dan untuk mengimbangi masalah melonjaknya harga BBM setiap tahunnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi BBM

Kebijakan subsidi BBM

Subsidi berarti tunjangan. subsidi BBM adalah kewajiban pemerintah untuk membayar kepada pertamina jika pendapatan yang diperoleh pertamina sebagai penyedia BBM di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan biaya yang di keluarkan.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi BBM sebenarnya dengan tujuan mengatasi kelebihan beban APBN. Sebab jika tidak, APBN akan mengalami penurunan dan itu akan menyebabkan mandeknya pembangunan nasional di negara kita.

Menurut Nota Keuangan dan RAPBN 2011, anggaran subsidi secara total mencapai Rp184,8 triliun (2,6% terhadap PDB). Jumlah ini berarti turun sebesar Rp16,5 triliun (8,2%) bila dibandingkan dengan belanja subsidi dalam APBN-P tahun 2010 sebesar Rp201,3 triliun.

Sebagian besar dari keseluruhan alokasi anggaran belanja subsidi dalam RAPBN 2011 tersebut, direncanakan akan disalurkan untuk subsidi energi 72,4%, yaitu:

1. subsidi BBM sebesar 50,2%

2. subsidi listrik sebesar 22,2%

3. 27,6% akan diasalurkan untuk subsidi non-energi berupa pangan, pupuk, benih, bunga kredit dan pajak.

Berikut adalah data anggaran yang di keluarkan pemerintah untuk subsidi BBM berdasarkan data yang telah saya rangkum dari beberapa sumber :

PROGRAM KOMPENSASI DAN ANGGARAN SUBSIDI BBM 2008

No

Jenis Program

Anggaran (Rp Triliun)

Waktu Pelaksanaan

1

Bantuan Tunai langsung (BLT)

14,1

Jun-Des

2

Ketahanan Pangan dan Raskin

4,2

Jun-Des

3

Tambahan Subsidi Bunga KUR

1,0

Jun-Des

Dari data diatas kita dapat mengetahui bahwa tidak sedikit dana yang harus di keluarkan untuk menjalankan kebijakan subsidi BBM. Oleh sebab itu timbul pertanyaan apakah kebijakan subsidi yang telah mengeluarkan dana yang besar tersebut telah berjalan efektif dan sesuai tujuan.

Apakah kebijakan subsidi BBM tersebut berjalan efektif?

Setelah setahun kebijakan subsidi BBM dijalankan, timbul berbagai kontravensi untuk segera menghentikan kebijakan subsidi bbm, karena setelah di lihat-lihat ternyata kebijakan subsidi ini tidak berjalan efektif dan jauh dari tujuan semula. Kebijakan ini justru membuat perekonomian indonesia semakin parah. Ini karena pada awalnya subsidi bbm diperuntukan kepada warga negara yang kurang mampu, namun kenyataannya disalahgunakan oleh kalangan kelas menengah keatas. Hal ini menyebabkan subsidi BBM salah sasaran dalam penyalurannya, karena subsidi yang tujuannya diberikan oleh kelompok yang kurang mampu tapi ternyata lebih banyak dinikmati oleh golongan masyarakat kelas atas. 40 persen kelompok pendapatan rumah tangga terkaya justru menikmati 70 persen subsidi tersebut, sedangkan 40 persen kelompok pendapatan terendah hanya menikmati sekitar 15 persen.

Menurut imbuh Syahganda. “Penghematan subsidi BBM memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pendidikan masyarakat. Alokasi dana dari penghematan subsidi yang mencapai Rp 38,18 Triliun (dari 2011-2013) akan dapat menunjang program percepatan pembangunan infrastruktur transportasi dan pendidikan, Alokasi dana tersebut juga akan dapat digunakan untuk membuat konsep pendidikan gratis secara menyeluruh untuk seluruh siswa” .

Oleh karena itu perlu adanya penghematan dan pengawasan agar sasarannya tidak melenceng dari yang seharusnya. Karena dengan semakin besarnya subsidi BBM, kemampuan pemerintah untuk membiayai berbagai program yang berorientasi pada perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin seperti pendidikan, kesehatan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penyediaan infrastruktur menjadi terancam dikurangi.

Setelah sekian lama masyarakat difasilitasi oleh pemerintah dengan subsidi BBM, akhirnya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diberlakukan gebrakan yang sangat sensasional. Mulai dari menaikkan BBM industri di tahun 2007, pengurangan subsidi di awal 2008 dan akhirnya dihapus pada akhir 2009.

Umar Said mengemukakan bahwa subsidi BBM juga hanya akan membebani generasi mendatang. Pasalnya, subsidi yang membebani APBN itu biasanya menimbulkan defisit yang ditutup dari utang. “Nah utang-utang akibat subsidi BBM ini yang akan menanggung adalah generasi mendatang. Ini kan tidak adil. Sebab yang menikmati subsidi adalah kita atau generasi sekarang ini,”

Pada permasalahan ini, saya akan mencoba untuk menganalisis sejumlah alasan yang mendukung penghapusan kebijakan subsidi BBM. Dan usaha-usaha apa saja yang dapat di tempuh untuk menghemat pemakaian BBM.

Berikut adalah hasil analisis saya mengenai sejumlah alasan yang mendukung penghentian kebijakan subsidi adalah :

1. subsidi itu kini diragukan manfaat ekonominya. konsumsi BBM kita pada sektor transportasi sangat boros.

2. subsidi BBM kita tidak tepat sasaran. Lebih banyak dinikmati golongan orang kaya.

3. harga BBM yang rendah, selain tidak mendorong efisiensi, rawan terhadap penyelundupan

4. penyediaan BBM oleh perusahaan monopoli tidak transparan dan tidak efisien.

5. subsidi menghasilkan ketergantungan sangat tinggi pada BBM, padahal indonesia mempunyai sumber energi cadangan gas dan batu bara lebih besar daripada minyak bumi. Jadi subsidi bbm tidak mendorong perkembangan sumber energi non-BBM tersebut.

Dari alasan-alasan diatas kita dapat mengetahui jika kebijakan subsidi BBM ternyata tidak berjalan efektif dan jauh dari tujuan semula. Oleh karena itu menurut saya jalan yang terbaik untuk menstabilkan APBN kita adalah dengan menghentikan pemberian subsidi BBM dan menempuh cara lain untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah harus memikirkan cara lain untuk efisiensi konsumsi bahan bakar minyak negara kita.

` Usaha-Usaha Penyelesaian Masalah untuk penghematan pemakaian BBM menurut Umar said ialah :

1. pengendara bermotor dengan memberlakukan speed limit 55 mph/88 km bagi seluruh kendaraan

2. menganjurkan kepada industri mobil untuk mendesain kendaraan dalam bentuk yang lebih kecil bermesin 4 cylinder, compact, aerodinamis dan light.

3. efisiensi energi pada sektor transportasi.

BAB IV

PENUTUP

a. Kesimpulan

Jika semua masyarakat meningkatkan konsumsinya terhadap BBM, maka tidak heran jika terjadi kenaikan harga BBM, Ini dikarenakan permintaan yang membubung tinggi sementara penyediaan barang mengalami kekurangan akan membuat harga barang tersebut menjadi naik dan timbulnya inflasi.

Apabila harga suatu barang mengalami penurunan, maka daya beli masyarakat dan permintaan masyarakat akan barang tersebut menjadi naik. Sebaliknya jika harga suatu barang mengalami kenaikan, maka daya beli masyarakat akan mengalami penurunan. Sebagaimana yang tercantum dalam hukum permintaan. Berbanding terbalik dengan penawaran, jika harga suatu barang sedang mengalami penurunan, maka penawaran barang tersebut akan menurun pula, tetapi jika harga barang tersebut sedang mengalami kenaikan, maka penawaran akan barang tersebut juga akan meningkat. Sesuai dengan hukum penawaran.

Terjadinya inflasi tergantung pada sejumlah faktor yang mempengaruhi naik turunnya tingkat harga, juga tergantung pada kebutuhan masyarakat akan barang tersebut.

b. Saran

Pemerintah Indonesia harus segera mengambil suatu tindakan yang bijak, lebih memperhatikan masyarakat dan harus melindungi masyarakat dari inflasi. Karena inflasi dapat menurunkan daya beli masyarakat dan juga sangat menyengsarakan masyarakat miskin. Dengan terus menaiknya inflasi kesejahteraan masyarakat Indonesia pun kian berkurang.

Namun tidak hanya pemerintah yang berusaha untuk mengatasi masalah inflasi ini tapi masyarakat juga harus mendukung pemerintah dengan ikut serta dalam penghematan pemakaian bahan bakar minyak dengan melakukan efisiensi energi pada sektor transportasi.

MAKALAH PROSES PRODUKSI

Standar

MAKALAH
PROSES PRODUKSI
Pabrik Cincau Harum Melegit

Disusun Oleh :
1. Alfiani Fitri
2. Devi Mustika S
3. Fitri Apriyanti
4. Mariatul Qibtiah
5. Yanita Permata Sari

Tugas Pengantar Bisnis
Bapak Zuhad Incyaudin
Kelas 1EB19

Universitas Gunadarma
2010


I. PENDAHULUAN
Cincau adalah gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan tertentu dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.
Kata “cincau” sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini. Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar (misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk serta peluruh.
Dalam makalah ini kami melakukan kunjungan ke pabrik cincau yang bernama “Harum Melegit” yang terletak di Jl. Cipinang Muara 3 Jakarta Timur. Pabrik ini didirikan oleh Bapak Zeki Mulyawan sekitar tahun 1998. Awalnya pabrik ini merupakan pabrik tahu tetapi karena ada suatu kendala yang membuat pabrik tahu tersebut gulung tikar maka pabrik ini diubah menjadi pabrik cincau hitam.
Dalam pabrik ini mempunyai 7 orang buruh yang terbagi menjadi 3 orang memasak, 2 orang di bagian transportasi dan 2 orang di bagian administrasi. Di dalam pabrik tidak dibutuhkan ijazah tetapi hanya membutuhkan keahlian dan kerajinan. Sistem pembagian upah berdasarkan keahlian dan diberikan setiap hari. Bagi karyawan yang mempunyai keahlian diberikan upah Rp 35.000/hari. sedangkan untuk karyawan baru diberi upah Rp 28.000/hari. Hasil produksi cincau dipasarkan ke pasar-pasar tradisional maupun di agen-agen besar yang terletak di jalan kapuk. Pabrik ini biasanya menghasilkan 150 bak cincau/hari dan 200 bak jelly/hari. Harga pasaran cincau 1 bak Rp 18.000.
Jam kerja buruh dimulai dari pukul 07.00 WIB – 15.00 WIB. Sedangkan jam istirahatnya pada pukul 12.00 WIB – 13.00 WIB. Dan semua buruh tinggal di pabrik ini. Upah mereka sudah termasuk uang makan, karena di pabrik tersebut hanya disediakan nasi.
Cincau ini banyak dibeli saat bulan ramadhan tiba, karena biasanya cincau banyak dijadikan menu untuk berbuka puasa. Maka penghasilan dibulan ramadhan lebih besar. Sedangkan jika musim hujan pabrik cincau ini sepi pembelinya, dan biasanya pabrik ini mengurangi produksinya.
Kendala yang biasa terjadi adalah para buruh tidak disiplin seperti bermalas-malasan saat berkerja. Rusaknya mesin-mesin seperti mesin air. Keluhan dari masyarakat seperti cincau dan jelly kurang wangi, kurang matang, dan lembek. Hingga sekarang pabrik ini mempunyai 20 pelanggan tetap yang berada di daerah Jakarta.

II. PROSES PRODUKSI

1. Pembuatan Cincau

Komposisi : Daun Cincau, minyak jeruk (orange oil), gula sodium, sagu, pengawet makanan, soda.
Keterangan : a. Daun cincau berasal dari daerah Jawa Timu.
b. Soda berfungsi untuk merebus hingga berbusa sehingga proses menjadi cepat.

Langkah-langkah pembuatan
Tahap 1 : Daun cincau yang sudah kering ditimbang.
Tahap 2 : Daun yang sudah ditimbang kemudian dicuci.
Tahap 3 : Daun tersebut direbus.
Tahap 4 : Hasil rebusan itu disaring dan diambil airnya dan ampasnya dibuang.
Tahap 5 : Masukan air hasil saringan tersebut ke tong masakan.
Tahap 6 : Setelah dimasukan kedalam tong masakan kemudian dicampur sagu.
Tahap 7 : Dimasak selama sepuluh menit.
Tahap 8 : Kemudian dicetak ke dalam bak.
Tahap 9 : Kemudian didinginkan selama 1 jam.
Tahap 10 : Di distribusikan ke pasar.

2. Pembuatan Jelly

Komposisi : Tepung rumput laut , minyak jeruk (orange oil), gula sodium, pengawet makanan,pewarna makanan.
Keterangan : a. Tepung rumput laut tersebut sudah termasuk tepung jelly.
Langkah-langkah pembuatan

Tahap 1 : Tepung rumput laut tersebut ditimbang.
Tahap 2 : Tepung rumput laut itu dicampur oleh bahan lainnya.
Tahap 3 : Kemudian dimasukan ke tong masak.
Tahap 4 : Dicetak ke dalam bak.
Tahap 5 : Didinginkan selama 1 jam.
Tahap 6 : Didistribusikan ke pasar.

3. Analisis

a. Kebersihan pabrik beserta alat-alatnya kurang terjaga.
b. Standard keselamatan kerja kurang diperhatikan, contohnya : Para buruh tidak memakai masker, tidak memakai sepatu keselamatan, tidak memakai sarung tangan, dan alat pelindung lainnya.
c. Produk kurang higenis karena bak-baknya kurang terlihat bersih.
d. Fasilitasnya kurang mendukung.

III. PENUTUP
Kesimpulan
Setelah kami berkunjung ke pabrik cincau kami minyimpulkan bahwa fasiltas yang terdapat di pabrik tersebut kurang memadai sehingga keselamatan kerja kurang di perhatikan. Tetapi produk cincau yang di hasilkan cukup berkualitas. Karena setiap buruh memiliki keahlian untuk membuat cincau.
Kritik dan Saran
Menurut kami pabrik tersebut sudah memenuhi standar, akan tatapi kurang di perhatikan keselamtan kerjanya, dan kebersihaan kurang terjaga.

BAB 8 PEMBELANJAAN

Standar

BAB 8

PEMBELANJAAN


A. GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN

  1. Arti pembelanjaan dan fungsi manajer

Pembelanjaan adalah suatu  usaha menyangkut  bagaimana  perusahaan harus mengorganisir  untuk mendapatkan dana. Bagaimana mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa manajer  keuangan  itu bertanggung jawab baik mengumpulkan maupun mengeluarkan uang. Ia harus mempunyai sejumlah dana  untuk membeli dan membayar suatu rekening . ia juga harus dapat menilai beberapa alternatif sumber dana untuk menentukan salah satu yang dianggap paling ekonomis.

ü  Keseimbangan kuaantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan dengan utang dan modal yang menentukan persyaratan-persyaratan tertentu.

ü  Keseimbangan kualitatif merupakan  keseimbangan antara elemen-elemen kekayaan dengan elemen-elemen  utang dan modal

perusahaan.

Cara yang dilakukan untuk menentukan keseimbangan keuangan antara lain :

  1. Menentukan besarnya kekayaan sehingga jumlah dana yang akan digunakan dapat diketahui
  2. Menentukan sumber dananya apakah cukup dari modal sendiri saja atau perlu mencari pinjaman atau utang.
  3. B. PENGGUNAAN DANA
  1. 1. Gambaran umum

Metode penggolongan untuk penggunaan dana ini di bagi menjadi dua yaitu penggunaan jangka pendek dapat ditunjukan dengan aktiva lancar. Investasi yang paling besar dalam perusahaan pada umumnya berbentuk aktiva tetap yang merupakan investasi jangka panjang.

  1. 2. Penggunaan dana jangka pendek
  2. Kas

Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan diwujudkan dalam bentuk kas, terutama untuk membayar gaji dan rekening-rekening lainnya.

  • Aliran Kas

Kas ditimbulkan oleh adanya penjualan. Tetapi meskipun sebagian dari penjualan itu berupa tunai , kebanyakan adalah berupa kredit sehingga menciptakan adanya piutang.

  • Anggaran Kas

Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi :

ü Membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bilamana diperlukan

ü Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapat bunga

Perlu dibuat anggaran kas yang memperlihatkan penerimaan dan pengeluarannya. Jadi, dengan penyusunan anggaran kas ini dapat diketahui dan diambil keputusan.

misalnya :

Menginvestasikan sisa kas bulan januari yang kemungkinan baru akan dipakai pada bulan april untuk membayar pinjaman.

1. Surat-surat berharga

Surat-surat berharga menghasilkan bunga, juga dapat diperjual belikan dan mudah ditukarkan ke uang tunai. Salah satu jenis surat berharga yang banyak beredar di indonesia adalah sertifikat deposito

Sertifikat deposito merupakan tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan oleh bank komersial.

2. Piutang

Penjualan kredit kepada pmbeli.

3. Persediaan

Bagi perusahaan memelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara cepat. Harus mempunyai sejumlah investasi disitu.

  1. 3. Penggunaan dana jangka panjang

Aktiva tetap tersebut dapat berupa :

  1. Tanah       : merupakan aktiva tetap yang mempunyai jangka waktu tidak terbatas
  2. Bangunan : Harus ditentukan umurnya. Kemudian perusahaan harus menyisihkan  sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya.
  3. Peralatan : berupa mesin, alat angkut dalam pabrik, dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi.
  1. 4. Analisis investasi aktiva tetap

Terdapat tiga metode analisis investasi yaitu :

  1. Metode net present value (NPV)
  2. Metode internal rate of return (IRR)
  3. Metode pay off period (POP)

Masalah time value of money dipengaruhi oleh tiga faktor :

  1. Nilai uang pada saat ini (present value )
  2. Nilai uang yang akan datang
  3. Tingkat bunga ( tingkat rate of return )
  1. SUMBER DANA
  1. 1. Macam-macam sumber dana

Meskipun manajer keuangan dapat menciptakan dana yang cukup melalui penambahan laba, tetapi ia akan dihadapkan pada masalah pemilihan antara dana yang dipinjam (modal asing)  dengan dana yang berasal dari pemilik perusahaan (modal sendiri).

Sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu ;

  1. Berasal dari perusahaan. Pembelanjaan dengan sumber dana dari dalam perusahaan ini disebut pembelajaran intern, yang meliputi :
  • Penggunaan laba perusahaan
  • Penggunaan cadangan
  • Penggunaan laba yang tidak di bagi atau di tahan.
  1. Berasal dari luar perusahaan. Pembelanjaan dengan sumber dana dari luar perusahaan ini disebut pembelajaran ekstern, yang meliputi :
  • Dana dari pemilik atau peserta. Dana ini biasanya di wujudkan dalam bentuk saham, dan pembelanjaannya disebut pembelanjaan sendiri.
  • Dana dari utang atau pinjaman yang dapat berupa utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Pembelanjaan ini disebut pembelanjaan asing.
  1. 2. Pemilihan sumber dana
  1. Sumber dana dari perusahaan

Kebaikan :

  • Dapat digunakan sewaktu-waktu
  • Tidak ada kewajiban membayar bunga
  • Tidak ada kewajiban mengembalikan

Kelemahan :

  • Jumlah dana sangat terbatas
  • Perusahaan dihadapkan pada pilihan untuk digunakan sendiri atau digunakan untuk hal lain yang lebih menguntungkan.
  1. Dari luar perusahaan

Kebaikan :

  • Jumlah dana tidak terbatas
  • Dapat diperoleh dari beberapa sumber
  • Bersifat fleksibel

Kelemahan :

  • Perusahaan dikenakan beban (bunga untuk utang, deviden untuk saham)
  • Ada kewajiban untuk mengembalikan utang

Masalah pemilihan sumber dana yang harus diatasi oleh perusahaan adalah mengusahakan keseimbangan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Beberapa alternatif yang dipilih adalah :

a)      Menggunakan dana intern saja

b)      Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham

c)      Menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjamann atau kredit (kredit jangka panjang saja , kedit jangka pendek saja atau kedua-duanya)

d)      Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman

e)      Menggunakan dana intern dan ekstern

  1. 3. Sumber dana intern

Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara mengambil dana yang sudah tersedia perusahaan.

Apabila perusahaan menghadapi masalah seperti itu pemecahan yang dapat di lakuakan adalah dengan menggunakan prinsip opportunity cost, yaitu dengan memberikan beban bunga pada dana milik sendiri yang dipakai sendiri.

  1. 4. Sumber dana ekstern

Sumber dana ekstern dapat berasal dari modal sendiri dan kredit. Pada umumnya kredit dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu :

  1. Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun.
  • Kredit rekening koran
  • Kredit belening
  • Kredit wesel
  • Kredit penjualan
  • Kredit pembeli
  • Aksep
  1. Kredit jangka panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun.
  • Hipotik
  • Obligasi
  • Kredit bank
  • Kredit dari negara lain
  1. 5. Optimisasi modal

Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka panjang atau kredit jangka pendek , perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor :

  1. Bunga kredit jangka pendek

Biasanya bunga beban kreditjangka pendek ini lebih besar daripada beban bunga kredit jangka panjang.

  1. Bunga kredit jangka panjang
  2. Bunga simpanan bank

Merupakan bunga yang diterima oleh seseorang apabila ia menyimpan kan uangnya di bank.

  1. Jangka waktu pemakaian modal

bisa dalam beberapa bulan atau bisa lebih dari satu tahun

  1. Jangka kritis

Jangka waktu diman penggunaan modal asing jangka pendek biayanya sama besar dengan apabila perusahaan menggunakan modal asing jangka panjang.

  1. 6. Kredit lembaga keuangan

Seperti : perusahaan asuransi bumi putera, PT Bahara, Upindo, Indovest.

Syarat-syaratnya :

  1. Capital

Modal ini merupakan salah syarat untuk mendapatkan kredit perusahaan harus memiliki 25 % dari jumlah kredit.

  1. Capability

Kemampuan perusahaan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan membayar bunga

  1. Collateral

Merupakan syarat dimana setiap kredit yang diterima perusahaan harus dijamin dengan harta tetap

  1. Chaacter

Sifat dar pimpinan perusahaan

  1. 7. Kredit kelayakan

Tujuannya membantu pengusaha golongan ekonomi lemah. Kredit kelayakan diberikan kepada mereka dengan dasar kepres tersebut.

  1. 8. Likuiditas dan Solvabilitas
    1. Likuiditas

Adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat

  1. Solvabilitas

Kemampuan perusahaan  untuk membayar semua utang-utangnya pada saat perusahaan likuiditasi atau dibubarkan.

Dengan demikian tinjauan dari likuiditas dan solvabilitas perusahaan mempunyai beberapa keungkinan :

  • Solvabel – likuid
  • Insolvabel – likuid
  • Solvabel – lillikuid
  • Iinsolvabel – illikuid
  1. Rentabilitas

Adalah kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menghasilkan laba tersebut.

ü Rentabilitas ekonomis

Merupakan kemampuan ntuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri, yang digunakan unuk menghasilkan aba tersebut.

ü Rentabilitas modal sendiri

Merupakan kemampuan untuk menghasilkan laa dari sejumlah modal sendiri yang diguakan untuk menghasilkan laba tersebut.

  1. PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
  1. 1. Saham

Merupakan tanda penyerahan didalam perusahaan. Tiga golongan saham :

  1. Saham biasa (common stock )

Merupakan bentuk pemilikan tanpa hak istimewa.

  1. Saham preferen (preferred stock)

Merupakan bentuk pemilikan dengan hak istimewa

Hak istimewa yang ada pada saham preferen adalah :

  1. Pembagian deviden yang didahulukan
  2. Pembagian deviden kumulatif
  3. Pembagian kekayaan yang didahlukan
  1. 2. Obligasi

Merupakan surat perjanjian utang yang sengaja dikeluarkan oleh perusahaan sebagai salah satu sumber dana ekstern.

Adapun sifat-sifat obligasi :

  1. Dapat diperjual belikan
  2. Terdapat kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjaman
  3. Terdapat kewajiban untuk membayar bunga
  4. Terdapat jangka waku yang pasti

Jenis-jenis obligasi

  1. Sesuai dengan pihak yang mengeuarkan :
  • Obligasi umum yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
  • Obligasi perusahaan yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan umum, perjan, Perseroan terbatas.
  1. Sesuai dengan karakter jaminan
  • Obligasi tanpa jaminan          : income bond dan debenture bond
  • Obligasi dengan jaminan : saham, piutang, rumah, tanah, mesin dan  sebagainya.

Jenis-jenis lainnya :

  • Coupond bond
  • Registered bond
  • Callabel bond
  • Convertible bond
  1. 3. Pasar modal

Sesuai dengan sifatnya saham obligasi dapat dijual belikan.

TUGAS PENGANTAR BISNIS

Nama : Mariatul Qibtiah

Kelas : 1EB19

NPM : 24210216

BAB 10 PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS

Standar

BAB 10

PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS

  1. A. Pengertian

Kata “produksi” sering digunakan dalam istilah membuat sesuatu. Dalam istilah yang lebih luas dan lebih fundamental, produksi dapat diartikan sebagai berikut :

Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.

Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi/lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barang atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.

Istilah “produksi” ini sering dikaitkan dengan istilah “produktivitas.”

Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi ) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.

  1. B. Produksi

Kegiatan produksi akan melibatkan pengubahan dan pengolahan berbagai macam sumber menjadi barang dan jasa untuk dijual. Jadi, tanggung jawab manajer produksi adalah membuat keputusan-keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual. Dua macam keputusan yang diperlukan akan menjadi topik pada pembahasan selanjutnya. Keputusan tersebut adalah :

  • Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi manufaktur.
  • Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sistem tersebut baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

KEGIATAN PRODUKSI

Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kegiatan dan pengendalian sistem produksi akan menentukan peningkatan efisiensi operasinya, perencanaan dan pengawasan kuantitas serta kualitas produknya, dan kemapuan sistem tersebut. Dalam hal ini, masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah :

  1. C. Perencanaan produksi

Fungsi produksi adalah menciptakan barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Karena itu, agar fungsi produksi dapat berperan dengan baik perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :

  1. Jenis barang yang akan di buat
  2. Jumlah barang yang akan di buat
  3. Cara pembuatan (penggunaan peralatan yang di pakai)

Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas 4 tahap, yaitu :

  1. Tahap pertama, penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
  2. Tahap kedua, penentuan disain barang yang tepat.
  3. Tahap ketiga, penentuan cara pembuatan yang berupa penentuan urutan proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai.
  4. Tahap keempat pembuatan, merupakn usaha memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia.
  1. D. Organisasi produksi

Dalam perusahaan manufaktur, tanggungjawab untuk memproduksi barang berada pada bagian produksi. Di dalam bagian tersebut terdapat para spesialis yang ahli dalam perencanaan, supervisi, atau pelaksanaan tahap-tahap dalam proses produksi.

  1. E. Pengendalian produksi

Pengendalian produksi (production control) merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif (pekerja, mesin, peralatan, dan material) ke dalam satu aliran di mana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum ongkos terendah, dan kemungkinan waktu tercepat.

a. Jenis-jenis pengendalian produksi

  • Order control digunakan oleh perusahaan manufaktur yang beroperasi hanya pada waktu menerima pesanan-pesanan dari pembelinya.
  • Flow control digunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi untuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat persediaan begitu pesanana pembeli utama.

b. Tahap-tahap pengendalian produksi

  • Perencanaan

Jika pesanan pembeli atau pesanan untuk persediaan pada perusahaan telah diterima oleh bagian perencanaan produksi, maka pesanan tersebut dapat dipecah-pecah ke dalam beberapa bagian.

  • Routing

Routing merupakan suatu usaha untuk menentukan urut-urutan dari proses dan alat-alat yang digunakan dalam proses produksi.

  • Scheduling

Scheduling merupakan suatu usaha untuk menentukan kapan produksi akan di mulai dan di selesai untuk di serahkan.

  • Dispatching

Dispatching merupakan surat perintah yang berisi wewnang untuk melakukan kegiatan produksi.

  1. F. Pengendalian persediaan bahan baku

Bahan baku merupakan masalah yang cukup dominan di bidang produksi. Perusahaan selalu menghendaki jumlah persediaan yang cukup agar jalannya produksi tidak terganggu. Persediaan dalam jumlah yang besar mengandung banyak resiko seperti :

a.       Resiko hilang dan rusak

b.      Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi

c.       Resiko usang

d.      Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar.

Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu :

a.       Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun

b.      Biaya pemesanan

c.       Biaya penyimpanan

d.      Harga bahan baku

G. Organisasi pemeliharaan peralatan

a.       Di desentralisir menurut pusat biaya atau departemen.

Masing-masing bagian atau departemen memiliki seksi pemeliaharaan tersendiri. Keuntungan-keuntungan cara desentralisasi ini antara lain :

  • Tenaga mekanik akan mengerti betul penggunaan dan karakteristik alat-alat yang harus mereka pakai.
  • Mempermudah pimpinan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harus cepat selesai.
  • Kontrol pemeliharaan dapat lebih ditingkatkan, sehingga perbaikan-perbaikan besar dapat lebih diperkecil.

Sedangkan kelemahan adalah :

  • Fleksibilitas sangat rendah
  • Terdapatnya duplikasi tenaga kerja

b.      Sentralisasi

Dalam perusahaan hanya terdapat satu bagian yang khusus menangani perbaikan dan pemeliharaan peralatan.

Keuntungan-keuntungan cara ini antara lain :

  • Tidak terdapat duplikasi alat-alat dan tenaga kerja dan persediaan suku cadang.
  • Fleksibilitas yang tinggi.

Kelemahannya antara lain:

  • Memerlukan tenaga kerja yang dapat menangani berbagai bidang atau memerlukan tenaga spesialisasi cukup banyak.
  • Memerlukan perencanaan, pengaturan jadwal waktu dan pembagian tugas yang efektif agar pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan efisien.
  • Sulit untuk menetapkan pembagian tugas dengan baik pada pekerjaan-pekerjaan yang harus didahulukan dan diselesaikan dengan segera.
  • Beban pekerjaan bagian pemeliharaan semakin berat.
  1. H. Pengawasan kualitas dan inspeksi

Terdapat 4 tahap dalam pengawasan kualitas yaitu :

1.      Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar (konsumen).

2.      Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntutan pasar.

3.      Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi, sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan tahap 2.

4.      Tahap penggunaan di lapangan, di mana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja barang.

Pengawasan kualiatas di dalam produksi

Inspeksi merupakan penyusunan cara-cara pengukuran karakteristik kualitas dan memperbandingkannya dengan standard yang telah di tetapkan, pada tahap ini tindakan perbaikan belum dilaksanakan.

Pengawasan / pengendalian (kontrol) mengajukan pertanyaan-pertanyaan kapan, berapa kali dan berapakah jumlah barang yang akan diinspeksi. Bilamana terjadi kerusakan, pengawasan menentukan penyebab kesalahan dan melakukan perbaikan.

LOKASI DAN LAYOUT PABRIK

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk  pabrik baru, yaitu :

  • Dekat dengan pasar, misalnya pabrik roti basah
  • Dekat dengan bahan baku, misalnya pabrik semen
  • Ongkos transport, misalnya pabrik mobil
  • Penyediaan tenaga kerja, misalnya pabrik rokok
  • Penyediaan sumber tenaga / energi, misalnya pabrik peleburan aluminium
  • Lingkungan sekitar, misalnya peternakan
  • Iklim, misalnya perkebunan teh

§  Cara penentuan lokasi pabrik

a. Cara kualitatif

Merupakan cara yang paling sederhana yaitu cukup mengadakan penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi.

b. Cara kuantitatif

1)      Cara yang sederhana

Merupakan usaha mengkuantifikasi hasil analisis kualitatif yang telah dilakukan, dengan cara memberikan score (nilai) pada masing-masing kriteria.

2) Cara yang komplek

Merupakan rumus-rumus matematika dan menggunakan modal tertentu, yang banyak di gunakan dalam operation research


TUGAS PENGANTAR BISNIS

MARIATUL QIBTIAH

1EB19

24210216

BAB 9 PERSONALIA

Standar

BAB 9

PERSONALIA

 

PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KONPENSASI

A. Pendahuluan
Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan. Agar supaya pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan dengan baik, diperlukan fungsi-fungsi. Pengertian fungsi adalah tugas-tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain.
Sebagai pelaksana fungsi-fungsi tersebut, diperlukan personalia-personalia, yang diberi wewenang, tanggung-jawab, dan pertanggungjawaban. Wewenang, tangung-jawab dan pertanggungjawaban tersebut, merupakan motor dan katalisator, pelaksanaan tugas yang diberikan kepada setiap pelaksana di dalam organisasi. Sehingga dengan demikian, perlu dicari pelaksana-pelaksana yang bener-bener baik, dalam arti bersedia menyumbangkan tenaganya kepada setiap usaha pencapaian tujuan itu.

B. Macam/Jenis Personalia
Sesuai dengan fungsinya, didalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja,yakni:
1. Tenaga Eksekutif: yang mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen.
2. Tenaga Operatif: merupakan tenaga terampil, yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik. Ditinjau dari kemampuannya digolongkan menjadi 3 yaitu:
ü Tenaga trampil (skilled labor)
ü Tenaga setengah(semi skilled labor)
ü Tenaga tidak terampil(unskilled labor)

C. Sumber Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1. Dari dalam perusahaan. Cara ini yang terbaik, terutama bagi perusahaan yang organisasi penalianya sudah teratur, karena dapat dipilih tenaga kerja yang baik
2. Teman-teman para karyawan. Penetapan ini digunakan, dengan anggapan bahwa, karyawan tersebut sudah mengetahui kualifikasinya, maka calon akan sesuai.
3. Lembaga Penempatan Lembaga Kerja. Kantor Penetapan Tenaga Kerja bertugas menyalurkan tenaga kerja yang belum sempat memperoleh pekerjaan.
4. Lembaga Pendidikan. Dapat dilakukan dua cara yaitu memberikan bea siswa dan meminta langsung kepada lembaga pendidikan tersebut.
5. Masyarakat Umum. Dilaksanakan dengan cara memasang iklan, Cara ini umumnya biayanya sangat besar.

D. Seleksi Tenaga Kerja

Agar supaya dapat diperoleh personalia sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan, maka perlu adanya seleksi terlebih dahulu. Proses seleksi ini merupakan usaha untuk memilih diantara sekian banyak calon, personalia yang bener-bener memenuhi syarat. Sebelum proses seleksi dilakukan ada dua masalah penting yang harus diatasi terlebih dahulu, yaitu :

1. Penentuan Jenis Tenaga Kerja
Yang meliputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain:
a. Batas minimummaksimum usia
b. Pendidikan minimal yang dimiliki
c. Pengalaman kerja yang telah diperoleh
d. Bidang keahlian yang dimiliki
e. Ketrampilan lain yang dimiliki
f. Pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki

2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja, meliputi 2 jal pokok,yakni:
a. Analisa beban kerja: peramalan penjualan,penyusunan jadwal kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit barang.
b. Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu.

3. Proses seleksi

Setelah penentuan jumlah dan prasyarat yang harus dipenuhi dilaksanakan, maka langkah berikutnya adalah mengadakan seleksi yang pada umumnya meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
a. Pengisian formulir
b. Wawancara pendahuluan
c. Psycho-test
1. Menguji sikap seseorang
2. Menguji bakat seseorang
3. Menguji minat seseorang
4. Menguji kepribadian seseorang
5. Menguji kecakapan seseorang
d. Wawancara lanjutan
e. Pengujian referensi
f. Pengujian kesehatan
g. Masa orientasi

E. Pengembangan karyawan
Untuk lebih meningkatkan keterampilan kerja dengan harapan agar:
1. Tingkat produktivitas bertambah
2. Mengurangi tingkat kecelakaan
3. Mengurangi besarnya scrap(kerusakan hasil)
4. Meningkatkan gairah kerja
Pada dasarnya, terdapat 2 metode pengembangan karyawan, yakni:
1. Dilaksanakan di dalam dan oleh perusahaan sendiri
2. Dilaksanakan di luar perusahaan dan oleh lembaga lain

F. Kompensasi
Kompensasi adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan dalam tertentu oleh perusahaan kepada karyawan atas kontribusi tenaganya yang telah diberikanya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Kompensasi dapat berupa upah dan gaji. Sebenarnya pengertian antara upah dan gaji adalah sinonim, upah lebih banyak dipakai untuk para pekerja, sedangkan gaji, biasanya merupakan kompensasi untuk para pegawai.

Dalam masalah pengupahan ini, terdapat 3 macam teori upah ekonomi yakni:
1. Teori pasar
2. Teori standard hidup
3. Teori kemampuan untuk membayar

G. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Upah
Besar kecilnya tingkat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
1. Pasar tenaga kerja
2. Tingkat upah yang berlaku di daerah yang bersangkutan
3. Tingkat keahlian yang diperlukan
4. Situasi laba perusahaan
5. Peraturan Pemerintah

H.  Metode Pengupahan
Perusahaan dalam melakukan pengupahan kepada buruh/karyawan dapat memakai beberapa metode. Berikut ini adalah metode-metode yang bisa dilakukan oleh perusahaan
1. Upah langsung
2. Gaji
3. Upah satuan
4. Komisi
5. Premi shift kerja
6. Tunjangan tambahan

I. Upah Insentif
Upah insentif adalah untuk mendorong karyawan agar bekerja dengan lebih produktif.
Karakteristik pokok dari upah insentif yang baik adalah:
1. Harus menunjukan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka
2. Harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak
3. Tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi terendah

Macam-macam Bentuk Upah Insentif
1. Full Participation Plan
Full participation plan merupakan upah insentif bagi karyawan pabrik di mana kegiatan ekstra pada tugas mereka, dapat menghasilkan produksi tambahan.
Karyawan diberi insentif apabila mereka dianggap bekerja dengan efisien, yang diukur dengan ratio produk yang dihasilkan dengan standardnya (100%).
2. Group Insentif Plan
Insentif ini diberikan kepada sekelompok karyawan, bilamana terbukti mereka dapat menunjukkan hasil yang menguntungkan, seperti :
a. Peningkatan produktivitas
b. Penurunan biaya tenaga kerja per unit
c. Perbaikan kualitas produk
d. Pengurangan tingkat kerusakan produk yang dihasilkan.

HUBUNGAN PERBURUHAN

A.  Hubungan Pemburuhan Pancasila
Hubungan perburuhan ini terjadi karena antara buruh di satu pihak dan manajemen di lain pihak, saling membutuhkan satu sama lain. Pihak manajemen memerlukan sumbangan, tenaga karyawan untuk mencapai tujuannya

Karyawan adalah manusia, yang hak asasinya harus dilindungi. Oleh karena itu di indonesia diciptakan satu bentuk hubungan antara karyawan dan manajemen yang dikenal dengan hubungan perburuhan Pancasila.
Bilamana terjadi adanya ketidak-kesepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan antara mereka yaitu:
1. Boikot
Pemboikotan dapat dilakukan oleh buruh.
2. Pemogokan
Cara yang ditempuh oleh buruh, dengan berhenti bekerja, baik dalam waktu singkat, sehingga menurunkan kondisi perekonomian perusahaan.
3. Penghasutan
Cara ini biasanya dilakukan untuk mencegah orang lain menjalankan tugas atau mengajak untuk ikut mogok.
4. Memperlambat kerja
Memperlambat kerja ini dapat dilakukan oleh karyawan dengan cara mengurangi tingkat produktivitas mereka.

B.  Perjanjian Kerja Bersama (PKB)

Di muka, telah disinggung bahwa pada umumnya buruh dalam posisi lemah. Terlebih-lebih seorang-seorang menghadapi manajemen secara sendiri. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini pihak manajemen harus dihadapi oleh para buruh secara bersama. Cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan perjanjian kerja bersama (Collective Labor Agreement).
Dengan adanya perjanjian bersama ini, buruh mempunyai kekuatan untuk dapat turut menentukan isi (materi) perjanjian tersebut. Isi perjanjian itu meliputi : hak-hak buruh, kewajiban buruh, hak pengusaha dan kewajiban pengusaha.

a. Hak-hak Buruh
Materi-materi buruh, yang dapat dicantumkan ke dalam perjanjian kerja bersama antara lain.
1. Besarnya gaji yang harus diterima buruh beserta kenaikannya.
2. Tunjangan-tunjangan yang harus diterima.
3. Hak untuk mendapat santunan kecelakaan di tempat kerja.
b. Kewajiban Buruh
1. Datang bekerja tepat pada waktunya
2. Menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi
3. Berusaha meningkatkan produktifitas
c. Hak Pengusaha
1. Hak untuk mengevaluasi kerja karyawan menurut tata cara yang telah disepakati
2. Hak memberi promosi dan devusu kepada karyawan
3. Hak untuk memecat, sesuai dengan prosedur yang berlaku
d. Kewajiban Pengusaha
1. Memberikan semua hak karyawan yang telah disepakati bersama
2. Memperlakukan semua karyawan secara adil
3. Memberikan fasilitas-fasilitas kepada karyawan

C.  Macam-macam Perjanjian Kerja
Pada dasarnya terdapat 3 macam perjanjian kerja bersama yaitu:
1. Closed shop agreement
Perjanjian kerja semacam ini hanya berlaku bagi pekerja/buruh, yang telah tergabung menjadi anggota serikat (persatuan).
2. Union shop agreement
Persetujuan ini mengharuskan kepada para pekerja untuk menjadi anggota serikat dalam periode waktu tertentu sesudah mereka bekerja.
3. Open shop agreement
Persetujuan ini memberikan kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat.

D. Konflik dalam Hubungan Kerja

Konflik dalam hubungan kerja ini biasanya terjadi apabila kepentingan kedua belah pihak, antara pihak buruh dan pengusaha, terganggu. Betapapun kecil atau sederhananya masalah yang menimbulkan konflik ini, harus diselesaikan dengan tuntas. Bila tidak, maka masalah tersebut akan meluas dan berakibat merugikan perusahaan.

Beberapa tahap penyeselesaian konflik:
1. Diselesaikan oleh mandor sebagai wakil perusahaan, bersama dengan wakil buruh dalam bagian itu.
2. Bilamana dengan cara penyelesaian pertama tersebut mengalami kemacetan, mala masalah tersebut diselesaikan ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Apabila masih terjadi kemacetan masalah ini diselesaikan pada tingkat lebih tinggi lagi
4. Apabila masih belum juga terselesaikan, masalah tersebut di bawa ke perundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh dengan penengah
5. Apabila masih belum juga dapat diselesaikan, maka penyelesaian tahap terakhir dilakukan oleh Dewan Arbitrasi

E. Perantara Dalam Pemecahan Konflik
3 macam cara pemecahan konflik dengan menggunakan perantara, yakni:
1. Konsiliasi
Menunjukkan suatu usaha untuk mempertemukan kedua belah pihak, antara buruh dan pengusaha, untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
2. Mediasi
Pihak ketiga pada cara ini, bertindak sebagai mediator hanya berwenang untuk memberikan saran-saran kepada kedua belah pihak bagaimana masalah harus dipecahkan.
3. Arbitrasi
Sebagaimana telah dijelskan di muka, keputusan-keputusan yang diambil oleh arbitrasi (belerai), bersifat mengikat kedua belah pihak dan mempunyai kekuatan hukum.

Macam-macam Arbitrasi
1. Arbitrasi sukarela (voluntary arbitration)
2. Arbitrasi paksaan (compulsory arbitration)
3. Arbitrasi otomatis (automatic arbitration)

F. Lembaga-lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Lembaga bipartite mendasarkan diri pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan merupakan tanggung jawab kedua belah pihak.
Lembaga tripartite mendasarkan pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan adalah merupakan tanggung jawab buruh, pengusaha, dan masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh Pemerintah.

G.  Mencegah konflik

Konflik antara buruh dengan pengusaha, tidak mungkin dihindarkan sama sekali. Sebab yang paling utama adalah karena pada dasarnya mereka mempunyai perbedaan kepentingan dan tujuan, disamping masalah-masalah lain yang timbul karena faktor manusia.
1. Melaksanakan lembaga keluhan
2. Mengadakan survey gairah kerja
3. Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan
4. Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan

 

TUGAS PENGANTAR BISNIS

MARIATUL QIBTIAH

1EB19

24210216

BAB 7 PEMASARAN

Standar

BAB 7

PEMASARAN


PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN

1. Pengertian pemasaran

Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

2. Penciptaan faedah bagi konsumen

Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.

Kegiatan pemasaran menciptakan 4 faedah :

1. Faedah waktu

Diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya.

2.Faedah tempat

Faedah yang diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya.

3. Faedah milik

Diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.

4. Faedah informasi

Diciptakan dengan memberikan informasi tentang penawaran suatu produk                  kepada konsumen.

3. Konsep pemasaran

Adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

4. Pendekatan studi pemasaran

Macam-macam pendekatan :

  1. Pendekatan serba fungsi (functional approach)
  2. Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
  3. Pendekatan serba barang (commodity approach)
  4. Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
  5. Pendekatan serba sistem (total sistem approach).

5. Pendekatan serba fungsi

fungsi pokoknya adalah :

  1. Penjualan
  2. Pembelian
  3. Pengangkutan
  4. Penyimpanan
  5. Pembelanjaan
  6. Penanggungan resiko
  7. Standardisasi dan grading
  8. Pengumpulan informasi pasar

6. Pendekatan serba lembaga

Lembaga tersebut adalah :

  1. Supplier yang menyediakan bahan kepada produsen
  2. Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi
  3. Perantara pedagang : pedagang besar dan pengecer
  4. Perantara agen
  5. Perusahaan saingan
  6. Pembelian akhir

7. Pendekatan serba barang

Disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.

8. Pendekatan serba manajemen

Memplajari pemasaran menitik beratkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil.

9. Pendekatan serba sistem

Sumber pemasaran adalah : kumpulan lembaga-lembaga yang melakukantugas pemasaran, barang,jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mengetahui hubungan perusahaan dengan pasarnya.

STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN

Kepala subbagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penu njang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah ;

  1. Perencanaan
  2. Periklanan
  3. Riset pemasaran
  4. Analisis dan pengawasan penjualan
  5. Anggaran penjualan
  6. Peramalan penjualan
  7. perencanaan saluran,teritorial dan kuota
  8. pengawasan persediaan
  9. penjadwalan produksi
  10. distribusi fisik

PASAR

1. Pengertian pasar

Pasar adalah : orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.

tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar :

  1. Orang dengan segala keinginannya
  2. Daya beli masyarakat
  3. Kemauan untuk membelanjakan uangnyaPasar industri : pasar yang terdiri atas individu-individu dan lembaga yang membeli barang untuk dipakai lagi baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam memproduksi barang lain yang kemudian dijual.
    1. Pasr penjual : suatu pasar yang terdiri atas individu-individudan organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud untuk dijual lagi
    2. Pasar pemerintah : terdapat departemen, direktorat, kantor-kantor dinas dan instansi.

3. Segmentasi pasar

Adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.

MARKETING MIX DAN PRODUK

1. Pengertian marketing mix

Adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, promosi dan sistem distribusi.

2. Pengertian barang

Barang/produk adalah suatu sifat yang komplex baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba , termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.

3. Penggolongan barang menurut tingkat pemakaian dan kekongkritannya

  1. Barang tahan lama (durable goods)

Adalah barang-barang yang dapat dipakai berkali-kali

misalnya pakaian , mesin tulis, penggaris.

2.Barang tidak tahan lama (nondurable goods)

Barang yang hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali

Misalnya : bahan baku, sabun, makanan.

3.Jasa

Adalah kegiatan manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual

Misalnya : jasa reparasi, jasa potong rambut dan sebagainya.

  1. Penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya
  2. Barang konsumsi : barang yang dibeli untuk dikonsumsikan.

Dikelompokan menjadi 3 golongan :

  • Barang konvenien
  • Barang shopping
  • Barang spesial
  1. Barang industri : barang yang dibeli untuk di proses kembali atau untuk kepentingan dalam industri baik secara langsung ataupun tidak langsung dipakai proses produksi.

Dibedakan menjadi 5 golongan :

  • Bahan baku
  • Komponen dan bahan setengah jadi
  • Perlengkapan operasi
  • Instalasi
  • Peralatan ekstra
  1. 5. Siklus kehidupan barang (product life cycle)

Tahap-tahapnya :

  1. Tahap perkenalan
  2. Tahap pertumbuhan
  3. Tahap kedewasaan dan kejenuhan
  4. tahap kemunduran
  1. 6. merk

brand adalah suatu nama, istilah simbol atau desain (rancangan) atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atu jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.

SALURAN PEMASARAN

  1. 1. Pengertian saluran distribusi

Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.

  1. 2. Alternatif saluran distribusi untuk barang konsumsi dan barang industri

Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroprasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industri.

Macam-macam perantara yang ada adalah :

  1. Pedagang besar  : yang menjual barang kepada pengecer , pedagang besar lain, pemakai industri.
    1. Pengecer : yang menjual barang kepada konsumen atau pembeli akhir.
    2. Agen
  1. 3. Saluran distribusi ganda

Faktor-faktor tersebut antara lain :

  1. Jenis barang yang dipasarkan
  2. Produsen yang menghasilkan produk
  3. Penyalur yang bersedia ikut ambil bagian
  4. Pasar yang dituju
  1. 4. Perantara saluran

Melaksanakan berbagai macam fungsi pemasaran : penyimpanan, pengangkutan dan sebagainya.

  1. 5. Pedagang besar

Pedagang besar dengan fungsi penuh : yang melaksanakann semua fungsi pemasaran.

Pedagang besar  dengan fungsi terbatas :  yang hanya melaksanakan satu atau beberapa fungsi pemasaran.

  1. 6. Pengecer

Jenis-jenis pengecer :

  1. General merchandise store
  2. Single line store
  3. Specialty store
  1. 7. Agen

Jenis-jenis agen yang ada antara lain :

  1. Agen penjualan tugas utamanya mencarikan pasar bagi produsen
  2. Agen pembelian tugasnya mencarikan penyedia / supplier bagi para pembeli
  3. Agen pengangkutan tugas utamanya menyampaikan barang dari penjual kepada pembelinya
  1. 8. Jumlah perantara dan saluran

Terdapat tiga alternatif :

  1. Distributif intensif merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sebanyak mungkin penyalur terutama pengecer agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.
  2. Distribusi selektif merupakan suatu strategi perusahaan dengan menggunakan sejumlah pedagang besar atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu.
  3. Distribusi eksklusif merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer daerah  pasar tertentu.
  1. 9. Distribusi fisik
  2. Pengangkutan

Pemindahan barang melalui satu jalur yang mengambil tempat diantara lembaga-lembaga saluran atau antara lembaga saluran dengan konsumen.

Dibedakan menurut dua cara :

  • Penggolongan sesuai dengan metode pengangkutannya
  • Penggolongan sesuai dengan bentuk hukumnya
  • Penyimpanan

PENENTU HARGA

  1. 1. Pengertian harga

Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.

  1. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga
    1. Keadaan perekonomian
  1. Penawaran dan permintaan
  • Penawaran adalah sejumlah yang ditawarkan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu.
  • Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli oleh pembeli pada tingkat harga tertentu.
  1. Elastisitas permintaan
  • Inelastis
  • Elastis
  • Unitary elasticity
  1. Persaingan
  2. Biaya
  3. f.     Tujuan perusahaan
  4. Pengawasan pemerintah
  1. 3. Metode-metode penetapan harga
    1. Penetapan harga biaya plus

BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL

  1. Penetapan harga mark-up

HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL

  1. Penetapan harga break even

BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL

  1. Penetapan harga dan hubungannya dengan pasar
  1. 4. Politik penetapan harga
    1. Penetapan harga psikhologis
    2. Price linning
    3. Potongan harga
    4. Penetapan harga geografis

PROMOSI DAN PERIKLANAN

  1. 1. Promosi

Merupakan salah satu variabel marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya.

Kegiatan yang ada dalam promosi ada empat yaitu :

  1. Periklanan
  2. Personal selling
  3. Promosi penjualan
  4. Publisitas dan hubungan masyarakat
  1. 2. periklanan

periklanan adalah komunikasi non individu , dengan sejumlah biaya , melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non laba, serta individu-individu.

Masalah yang akan dibahas :

  1. tujuan periklanan
  • mendukung program personal selling dan kegiatan promosi lain
  • mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai salesman dalam jangka waktu   tertentu
  • mengadakan hubungan dengan para penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
    • Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru
  1. jenis periklanan
  • periklanan barang
  • periklanan kelembagaan
  1. media periklanan
  • surat kabar
  • majalah
  • radio
  • televisi
  • pos langsung
  1. biro periklanan

merupakan lembaga bisnis yang berdiri sendiri, yang mengkhususkan kegiatannya dibidang perencanaan, pengembangan dan penempatan periklanan bagi langganannya.

PERSONAL SELLING, PROMOSI, PENJUALAN, PUBLISITAS

  1. 1. personal selling

Adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.

  1. Proses personal selling
  • Persiapan sebelum penjualan
  • Penentuan lokasi pembeli potensial
  • Pendekatan pendahuluan
  • Melakuakan penjualan
  • Pelayanan
  1. Jenis tugas penjualan dan salesman
  • Trade selling dan merchendising salesman
  • Missionary selling dan detailman
  • Technical selling dan sales engineer
  • New business dan poineer product salesman
  • 2. Promosi penjualan

Merupakan istilah yang berbada dengan promosi karena hanya merupakan satu kegiatan alam promosi.

3. Publisitas

Merupakan suatu kegiatan promosi yang dilakukan melaluai suayu media, namun informasi yang tercantum tidak berupa iklan tetapi berupa berita.

TUGAS PENGANTAR BISNIS

NAMA : MARIATUL QIBTIAH

KELAS : 1EB19

NPM      : 24210216

BAB 5 DESAIN DAN PERILAKU BISNIS

Standar

BAB 5
DESAIN DAN PERILAKU BISNIS

A. PENGERTIAN ORGANISASI

1. Apakah yang dimaksud dengan organisasi
Menurut boone dan kurtz organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.

Definisi organisasi mencakup tiga elemen pokok yaitu :
• Interaksi manusia
• Kegiatan mengarah pada tujuan
• Struktur

B. ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Setiap organisasi mempunyai komponen “informal” disamping komponen “formal” nya.
1. Organisasi formal
Merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan.

Struktur formal dibuat untukmeliput pekerjaan yang harus dilakukan, dan memberi suatu kerangka bagi prilaku pekerhaan.

Beberapa faktor yang harus di perhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah :
• Wewenang
• Tanggung jawab
• Pertanggungjawaban
• Delegasi
• Koordinasi

2. Organisasi informal
Merupakan suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban.

Dalam kelompok kerja terdapat tiga kategori karyawan :
• Anggota-anggota kelompok dalam (linner group)
• Anggota-anggota kelompok pinggir (fringe group)
• Anggota-anggota kelompok luar (out group)

3. Sentralisasi vs desetralisasi
a. Organisasi yang disentralisir
Merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannyadi pegang di suatu pusat, biasanya eksekutif puncak.

Kebaikan organisasi disentralisir :
• Pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan
• Cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan
• Memungkinkan seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam.

Keburukan organisasi disentralisir :
• Jika perusahaan berkembang pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak.
• Organisasi yang disentralisir hanya memberi pengalaman sedikit kepada para manajer muda dalam mengambil keputusan.

b. Organisasi yang didesentralisir
Merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus di laksanakan pada jenjang tertinggi.

C. STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANNYA
1. Pembentukan struktur organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi yaitu :
• Interaksi kemanusiaan
• Kegiatan yang terarah ke tujuan
• Struktur
‘Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.
a. Hierarki tujuan
Berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan

b. Departementalisasi
Pembuatan struktur penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, personalia.

c. Wewenang dan tanggung jawab
Dengan tumbuhnyaorganisasi, manajer harus menugaskab sebagian kegiatannya kepada bawahan agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan menugaskan kegiatan kepada bawahan ini disebut pendelegasian.

d. Berapa banyak bawahan yang harus ada di bawah seorang manajer
Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer.

Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah :
• Jenis pekerjaan
• Pelatihan karyawan
• Kemampuan manajer
• Efektifitas komunikasi

e. Menghindari prtumbuhan organisasi yang tidak perlu
Mengapa terjadi kecenderungan untuk menambah karyawan pada tingkat yang lebih tingg di banding peningkatan pekerjaan? Penyebabnya :
• Keinginan manajer sendiri unhtuk membangun “kerajaan” dengan menambah bawahan.
• Kerja tulis yang diciptakan oleh adanya kesempatan kerja dari karyawan tambahan.

2. Bentuk-bentuk struktur organisasi
Yang menjadi dasar dalam organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responsibility).

Empat bentuk organisasi ini :
• Organisasi garis (line organization)
• Organisasi garis dan staff (line and staff organization)
• Organisasi fungsional (funcional organization)
• Komite (committee)
• Organisasi matrik

3. Organisasi garis
Kekuasaan secara mengalir langsung dari direktur ke kepala bagian dan kemudian terus ke karyawan-karyawan di bawahnya.

Kebaikan :
• Adanya kesatuan dalam pimpinan pemerintah
• Pimpinan lebih cepat mengambil keputusan sebab tidak perlu membicarakannya dengan orang lain.
• Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah.
• Menghemat biaya sebab pengawasab kegiatan dilakuakan seorang saja.
Keburukan :
• Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
• Tidak hanya spesialisasi menyebabkan tugas berat bagi para petugas sehingga kurang efisien.
• Kurangnya kerjasama antara masing-masing bagian.

4. Organisasi staff dan garis
Merupakan kombinasi yang diambil dari keuntungan-keuntungan adanya pengawasan secara langsung dan spesialisasi dalam perusahaan.
Kebaikan :
• Pimpinan lebih leluasa memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagiannya.
• Staff dapatmembantu mengatasi berbagai persoalan sehingga memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisien kerja.
• Staff dapat mendidik para petugas.
• Adanya kesatuan dalam pimpinan menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas.
Keburukan :
• Kadang staff tidak lagi memberi saran tapi perintah
• Menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staff daripada atasannya.
• Staff dapat disalahkan apabila saran yang di berikan tidak memberikan hasil.

5. Organisasi fungsional
Kebaikan :
• masing-masing fungsi dipegang oleh yang ahli dalam bidangnya
• dengan adanya pembagian fungsi tugas manajer menjadi lebih ringan
keburukan :
• membingngkan para pekerja kerena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah
• tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan
• kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi.
• Kurangnya koordinir sering menimbulkan perselisihan diantara para manajer.

6. Organisasi komite
Komite sering dilakukan untuk mengumpulkan pendapat tentang berbagai kegiatan dalam perusahaan.

Syarat-syarat pembentukan komite :
• Suasana santai dan bersifat informal
• Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya
• Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang di bebankan kepadanya
• Anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota lain
• Keputusan diambil secara konsensus
• Masing-masing anggota bebas mengemukakan pendapat
• Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain

Kebaikan :
• Sebuah forum untuk saling bertukar pendapat di antara beberapa anggota
• Keputusan di tentukan bersama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik
• Menciptakan koordinasi yang lebih baik
• Maningkatkan pengawasan karena komite tersebut dapat berhubungan langsung dengan para pelaksana.
Keburukan :
• Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing-masing anggota sibuk dengan pekerjaannya
• Keharusan untuk kompromi
• Menimbulkan kesimpangsiuran dalam organisasi
• Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran-saran yang diberikan.

7. Organisasi matrik
Kebaikan :
• Luwes
• Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah utama yang spesifik atau persoalan-persoalan teknis yang unik
• Memberikan alat inovasi tanpa mengganggustruktur organisasi yang ada.

Keburukan :
• Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional
• Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan timterpadu dari timorang-orang yang berasal dari bagan-bagian yang berbeda
• Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer bagian lain.

D. PERILAKU KEORGANISASIAN
1. Kelompok kerja
Merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok.

Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal yaitu :
• Keakraban satu sama lain
• Kepentingan bersama
• Pekerjaan serupa
• Persahabatan

2. Motivasi
Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan mengapa mereka berprilaku tertentu.
Motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berprilaku seperti yang mereka lakukan.

a. Jenjang kebutuhan karyawan
Teori motivasi menekankan dua ide dasar :
1. Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi prilaku manusia.
2. Kebutuhan manusia dikelompokan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika satu kebutuhan terpenuhi kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan.

b. Pekerjaan dan sikap jabatan
Perkembangan teknologi dewasa ini telah menyebabkan penggunaan mesin dan peralatan otomatis yang lebih besar. Akibatnya karyawan di pabrik terkadang mengeluh bahwa pekerjaan mereka membosankan.

c. Kepemimpinan
Kepemimpinan itu berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan. Ini menjadi bagian penting dalam memahami prilaku kerja.

TUGAS PENGANTAR BISNIS
Nama : Mariatul Qibtiah
Kelas : 1EB19
NPM : 24210216